CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

The Fading Away. Side-A

Ini adalah kedua kali perjalananku. 25 Agustus, hari ulang tahunnya, yah tidak ada yang salah dengan 25 agustus, pagi hari aku ucapkan selamat kepada dia, siang hari aku ucapkan selamat kepada dia ..

shit.. sudahlah, post ini akan aku update lain kali saja.


There I am coming again.

aceh : day 5, come home

Pagi terakhir di lhokseumawe

Hari ini saatnya meninggalkan lhokseumawe, kembali ke bandung kembali ke kesibukan dan menjadikan ini sebagai kenangan. Semua barang mulai ku packing setelah yakin tidak ada lagi yang tertinggal. Tak lupa beli sarapan nasi gurih. Travel akan menjemput pukul 8:00, namun hingga jam 8 belum juga aku dihubungi oleh pihak travel, nervous makin menjadi, wow harus segera mengambil langkah nih, plan jam 8:30 harus sudah di terminal kejar bus, atau travel lainnya.

Untung lebih tenang karena dokter cutz yang baik datang menemaniku ke terminal, akhirnya booking tiket untuk jam 9, huff... udah nervous banget karena harus udah di bandara polonia jam 17.00. Akhirnya travel berangkat jam 9, nggak tahu jam berapa bakal sampai di medan, sepertinya perjalanan akan lama, dan kejar-kejaran, aku sudah minta ke supir agar nggak ngetem lagi, soalnya ngejar pesawat. Beruntung posisi penumpang travel sudah full, jadi kemungkinan ngetem di kota lain minim.

Woow ni supir boleh juga.. kenceng abis bawanya, plus speaker besar yang nyetel CD lagu batak dan India. Serasa need for speed!


12.00 Langsa
Akhirnya ngelihat kota langsa, terletak sebelum peurleuak, kotanya GAM. Sampai disini si bang supir bilang kepada saya, kemungkinan dia nggak bisa kejar jam 5 sampai polonia, katanya disuruh pindah naik teksi saja.. ow no problem asal nggak bayar lagi. Ok deal...

But you know what is teksi? rupanya nggak jauh beda dengan angkutan antar kota lainnya, hehe mulai nih deg-degan lagi nyampe nggak jam 5. Yeah resikonya tetep beli tiket baru lagi.
Yang bisa dijalani tinggal berharap sampai tepat waktu dan menikmati pemandangan kebon kelapasawit, oiya turunnya nggak di terminal gajahmada medan, tapi di pinangbaris, woow tambah jauh aja.

Akhirnya jam 4:30 sampai di pinangbaris, langsung switch taksi beneran ke polonia. Uuuh legaaa
Check In di bandara polonia tepat waktu (masih inget petugas lion air yang melayani juga namanya icut, kulihat tag namanya cut fitri, senyum-senyum deh inget kemarin malam). Oiya lupa, oleh-olehnya mana? Langsung lari keluar lagi celingak-celinguk cari ATM ga nemu dan akhirnya langsung beli aja bika ambon.
INI MEEDAAAN LAEEEEEEEE!!


17.40 Take Off
Ya ampuuuuun gara-gara ga ada kamera melewatkan pemandangan dari atas polonia yang menurutku bagus. Belum lagi ngelihat kelapkelip kota jakarta waktu landing.. Oiya di pesawat sempat checkin baren cewek medan yang waktu di bandara sukarno hatta ku ledekin, ehm.... boarding nya nyaman banget mbak, disamping 2 cowok2 keren.. hahaha... Temen perjalanan tambah satu lagi..


11.00 alhamdulillah sampai di bandung.
Huff.. perjalanan yang melelahkan, sekaligus menyenangkan, sekarang aku nggak takut lagi kalau ke daerah asing. Thanks sebelumnya kepada seorang kawan di bandung yang memanasiku dengan semangat backpackingnya, serta seorang teman lagi yang mengingatkan atas tanggungjawab seorang cowok, serta khususnya kekasihku, dokter cutz. A beautifull trip..

aceh : day 4

06:00 selamat pagi lagi..

Hari ini nikahan emilie, jam 09:00 akad nikah direncanakan sudah mulai, pagi ini siap-siapin semua peralatan tuk menuju ke kawinan.. setelah terang aku dan bang adit pergi ke warung nasi sarapan, sambil ngobrol-ngobrol berbagai hal, banyak kuperoleh tentang cerita-cerita pengalaman dia. Sepulangnya langsung mandi dandan dan.. waaa rada telat ngikutin akad nikahnya..

09:30 acara pernikahan emilie
Handphone berbunyi, sebuah pesan diterima "adit kesini.. acara sudah mulai", woow dengan mantap ku genjot blubit ke rumah emilie, huff untung masih sempet ngikutin prosesi, ngasih salam dan selamat.


Eits nggak lupaa, dapet kenalan cewek manis disini lhooo... cuma masih duduk di bangku TK hehehe... Acara saya ikuti sampai siangnya acara preh linto. Yap, setelah siang kami pulang, sebelum sampai rumah dokter cutz sempet mampir-mampir ke beberapa rumah temennya.. kenalan baru lagiii..

16:00 Ubur ubuuuuuuuur!
Setelah menelfon agen travel untuk persiapan perjalanan ke medan dan nggak jadi karena tidak ada travel untuk perjalanan jam 8, selanjutnya kami ke terminal untuk mencari transport lainnya, dan akhirnya dapat yang untuk jam 8, travel akan menjemput dengan terlebih dahulu menelpon no HP yang sudah kuberikan.

Kembali lagi kelaut, memenuhi janji dengan lisa dan deang, kami mandi di laut, udah lama nggak melakukan ritual ini.. hehe emangnya sajen kali ya dibuang di laut. Ombak lumayan besar, tapi malah makin asyik karena aku ambil kedalaman seperut, sambil bodysplashing di air..
Dan tiba-tiba ada sesuatu yang strettt.. terasa nyangkut di lututku.. aiiii, tiba-tiba terasa pediih, waooo... ubur-ubur menyengat lututku.. langsung lari ke pinggir pantai. Minta P3K ke dokter cutz.. Rasanya gatal bercampur pediih dan panas, plus kulit yang kemerah-merahan. Ditambah dengan luka yang tercampur air laut jadi semakin pedih. Setelah bilas dengan air tawar, dan makan-makan sebentar, kami mampir ke klinik untuk mendapat obat dari bekas sengatan ubur-ubur. Tapi berhubung badan masih lengket dan waktu sudah maghrib, aku pulang dulu untuk mandi. Setelah itu kembali ke klinik dan ke rumah orangtua cutz untuk pamit.
Another unforgetable night.. hahaha.. yang jelas badan rasanya nggak enak banged, plus nervous habis-habisan waktu menghadap orangtuanya.

aceh : day 3

05:30, Good morning lhokseumawe..

Pagi ini entah kenapa kepikiran bersih-bersih, pukul 05:30 pagi bangun, cuaca masih gelap.. Setelah sholat shubuh dan tidur-tidur ayam lagi (karena liat dua orang di sebelah juga masih tidur) serta smsan ngatur jadwal.


Setelah terang aku mulai jalan-jalan sendiri keliling lhokseumawe bersama teman setia si "blubit". Mulai dari daerah teumpok teungoh, melalui pasar inpres, lanjut ke arah tugu selamat datang di kota lhokseumawe, mencoba menghafal jalan sampai ke arah medan, sampai pintu masuk kota dari arah banda, kemudian menyusuri jalan di sisi pantai, hingga akhirnya hapal jalan-jalan di sepanjang kota, baru beli sarapan nasi gurih di deket SMA 1 untuk orang-orang di rumah. Oops, bang icang sudah bangun, tinggal bang adit. Yaph, akhirnya sarapan dirumah sambil main CM lagi... Ooooooo tidak, ini rencana liburan pelarian diri dari komputer. Yah, akhirnya nyalain winamp saja (tetep pakai komputer), plus speaker besar dinyalain, langsung nyuci baju-baju kemarin yang penuh keringat akibat cuaca yang puanass.

Sambil siul-siul sambil nyuci "blubit" biar enak diajak pacaran hehehee.. datanglah kemudian si yanti, katanya mau siap-siap ke rumah emilie, kawan kami yang besok mau nikah. Iseng-iseng mulai dari si yanti nyapa "Aii, rajin bangeet, bang aditnya ada?" , kujawab sambil iseng pake bahasa sunda "oooo aya eh, kumaha ayeuna? damang" eh malah jadi ngobrol pake bahasa sunda, hahaha... bisaan nih orang, maklum udah tinggal beberapa tahun di java.

13.30 balikin motornya
Siangnya baru jalan lagi, ouch panass.. sekalian beli kertas kado buat bungkus kado pernikahan emilie besok. Kembali lagi ke pantai bareng dokter cutz, makan di resto rimbun, lokasinya agak cozy pemandangan langsung ke laut, pesen nasi goreng seafood eh tapi yang datang nasi goreng udang, mana langsung sikat aja hahaha..

Pulangnya kami mampir ke rumah emilie, eiii.. pelaminannya udah dipasang.. ya, rumah emilie udah dihias dengan ornamen-ornamen aceh yang sparkling-sparkling. Kami pun ngobrol dengan emilie, tangan dan kakinya udah digambarin pakai daun pacar, namanya di inai..


Belajar adat lagii, ini salah satu khasnya orang aceh, tangan dan kakinya di inai, jadi mirip pakai kaus tangan nantinya, itu di gambar masih baru dipasang inainya, belum dilepas, nanti kalau sudah kering dan dilepas, hasilnya jadi warna-warna oranye di kulit. Eh itu ngegambarnya manual pakai tangan lhoo.. nggak pake pensil dulu terus di cat hehe.. emang tembok..
Disitu juga ngobrol sama tetangganya emilie, namanya nggak tahu tapi kami panggilnya nyanyak, mungkin semacam orang yang di tuakan, haha... banyak sekali yang beliau ceritakan, mulai dari pengalaman dia ketemu jodoh bertahun-tahun yang lalu, aah a nice story.
Terus ngobrol-ngobrol becanda-canda sama emaknya emilie, dan pulang mampir kelauuuuuutt!!

17:00 lauuuttt.. lauuutt..
Sore ini yang mandi laut banyak kali, mungkin ombak sedang bersahabat, ada kabar bahwa cuaca yang buruk minggu lalu menelan korban anak-anak muda yang mandi di laut dan terseret gelombang, tapi kali ini ombak cukup bersahabat. Kami bertemu kembali dengan lisa dan calon suaminya deang, yang juga akan menikah bulan febuari nanti. Ngobrol-ngobrol di tepi laut dan kami berjanji untuk mandi laut esok sore. Mmmm... cuaca sedikit gerimis dan mendung, tapi sepertinya kami sudah berjanji akan ke mie kepiting.

17.30 kepiting rebus
Mie ayah adalah sebuah kedai mie yang ada di jalan lintas lhokseumawe-medan, yang khas dari sini adalah masakan kepitingnya. Penasaran banget sama kepiting disini, ini salah satu makanan favoritenya dokter cutz. Yah, sehabis dari pantai kami ke sana, perjalanan cukup jauh dan jalan cukup padat dan gelap, maklum jalanan antar propinsi. Sampai disana langsung kami pesan seekor besar kepiting lengkap dengan telurnya dan sop daging.. mmmm... nyummy.
Haaha, icut kalah karena seekor kepiting selesai habis kulahap, padahal dia yakin adit nggak akan doyan. Hohohoo...

Yah, kenyaang, oiya satu lagi yang belum di rasain! martabak durian, nggak lupa kami mampir ke dekat pasar inpres dimana ada orang jualan martabak itu.

"blubit" and the bechack, teman setia perjalanan.

Pulangnya mama rada marah, tapi diredam dengan martabak duren, ternyata beliau juga pengen ngajak kita makan di mi kepiting barengan. Maaf mama, dua anak bandel ini sudah melaju duluan.. Uaaoooooo..... this night is a really really nice trip, i'll miss this day.

Cinema X X I

RSS to JavaScript